Kategori: Ngedate

Tanda Pasangan Abusif

kadang hubungan yang berakhir dengan kekerasan justru diawali dengan hal-hal yang baik, manis dan penuh kasih sayang di awal hubungan—sehingga kita sering gagal mendeteksi potensi kekerasan dan agresi yang mengancam di depan sana. Perhatikan lima sinyal berikut—dan bersiaplah “lari” bila pasangan kita memiliki salah satunya!Tanda Pasangan Abusif

1. Dia memaksa kita untuk segera berkomitmen dalam suatu hubungan.
Bila dia sedkit memaksakita untuk segera mengambil keputusan dalam hubungan dan tidak menghargai batasan-batasan atau pertimbangan pribadi (belum mau terikat, masih ingin melanjutkan sekolah, tidak ingin melangkahi kakak, terikat dinas dan lain sebagainya)—dia bisa saja seorang abuser.

2. Mengontrol dan bersikap posesif.
Dia akan memberikan pandangan tidak suka pada pria mana saja yang kebetulan menatap kita—di pinggir jalan sekali pun! Dia juga tidak segan-segan mengkonfrontasi dan bertanya detail tentang siapa saja teman-teman pria kita. Saat beraktivitas terpisah, secara obsesif dia akan mengirimkan pesan, memantau timeline dan aktivitas media sosial –dan bahkan mendatangi kantor/kampus atau tempat kita beraktivitas tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perlakuannya akan membuat kita merasa bersalah ketika menghabiskan waktu dengan sahabat dan keluarga—tanpa melibatkan dirinya, dan membuat kita akhirnya terisolasi dari lingkaran orang-orang terdekat kita sebelumnya.

3. Dia bersikap seolah-olah adalah “korban”
Dia selalu menyalahkan orang lain untuk semua kesalahannya dan tidak mengakui bahwa dia juga memiliki andil dari setiap kesalahan dan kegagalannya. Saat merasa kecewa, dia tidak segang-segan untuk menyalahkan kita—dan berharap bahwa kita lah yang bertanggungjawab untuk membuatnya merasa lebih baik. Saat akhirnya terjadi kekerasan, dia juga akan menyalahkan kita atas tindakannya tersebut.

4. Dia moody dan gampang marah
Moodnya tidak bisa ditebak—dan bisa berubah hanya dalam hitungan detik. Dia juga gampang kecewa dan tidak segan-segan marah untuk tindakan kita yang dianggapnya tidak masuk akal(nya)—dan jarang meminta maaf untuk sikap-sikapnya tersebut.

5. Dia manipulatif dan sering memaksakan kehendak
Bukan hanya memaksakan harapan dan keinginan—pria jenis ini juga tidak segan-segan memaksakan keinginan seksualnya kepada kita, walaupun kita mengatakan tidak mau atau merasa jijik karenanya. Ini merupakan lampu merah yang harus segera dipatuhi. Segera cari jalan dan tinggalkan dia—dan semua potensi kekerasan yang bisa dilakukannya!

Mengakhiri Hubungan Yang Abusif

Kadang memang sulit untuk mengenali pelakuk kekerasan—atau mengakui bahwa kita terlibat dalam hubungan tersebut. Beberapa orang yang pernah berada dalam “neraka” tersebut, mengakui bahwa hal terberat adalah meninggalkan sang kekasih dan mengakhiri hubungan—yang disebabkan karena mereka merasa sangat terikat dengan pelaku kekerasan, dan bahkan terlanjur tidak punya teman atau keluarga yang memiliki kedekatan emosional dengan mereka.

Bila kita sadar bahwa kita tidak menginginkan hubungan ini, segera tinggalkan. Jika tidak bisa, carilah pertolongan keluarga, teman yang bisa dipercaya atau pertolongan profesional. Memiliki hubungan dan dicintai memang adalah impian setiap orang (apalagi jika si dia, di atas kertas memiliki kualifikasi unggul dalam banyak hal), tetapi tentu saja hubungan ini akan segera berakhir menjadi mimpi buruk bila kita tidak memiliki tekad untuk segera mengakhirinya. Bila perlu, segera temukan konseling atau grup yang akan mendukung dan memberikan kita dorongan moril pascaputus dengan pasangan

Cara Bikin Mantan Kesal Sendiri

Cara Bikin Mantan Kesal SendiriHabis putus sama pacar, yang dipikirin orang-orang bukannya gimana caranya memperbaiki diri, malah mikirin gimana caranya biar si mantan tau kalau mereka bisa tanpa si mantan. Emang sih, abis putus itu kalau kita tau si mantan cemburu atau nyesel ada kebahagiaannya sendiri. Tapi sayangnya, dari sikap yang seperti itu, kadang banyak yang lupa dan tanpa sadar malah nyakitin orang lain. Kan jahat, menyembuhkan luka diri, tapi dengan cara menyakiti hati.

Tapi untuk kali ini kita lupain dulu masalah jahat-jahatan. Sekarang kalian boleh jahat. Yang paling penting kalian harus bisa bikin si mantan cemburu, biar dia kesal. Uhm.. Lebih tepatnya, menyesal. Ini demi kepuasan hati. Caranya? Gini:

Jangan Nge-Unshare atau Unfollow

Banyak orang yang salah langkah waktu habis putus sama pacar. Banyak yang langsung ngehapus semua kontaknya, lalu ngehapus semua sosmednya. Padahal, itu semua malah bikin mantan bahagia. Mereka pasti mikir, “Haha! Segitunya takut nggak bisa move on dari gue?”. Emang kalian rela dia bahagia? *Hasutan jahat*

Jangan dihapus semua sosmed mantan. Biarin aja, jadi kalau sewaktu-waktu nanti kalian bahagia (atau mungkin keliatan lebih bahagia dibandingkan waktu sama dia?) si mantan bakalan kesel.

Update Status Path

Kalau si mantan masih ada di semua sosmedmu, misalnya Path, cara bikin dia kesel itu gampang banget. Tiap jalan sama temen cowok (kalau kalian cewek), update terus aja. Pasti dia kesal. Apalagi kalau masih baru-baru putus.

Punya Pacar Baru

Sebenarnya ini cara terjahat, tapi kalau niatnya emang pengin bikin mantan kesel, ini cara yang paling tepat. Semakin cepat kalian punya pacar baru, si mantan pasti semakin kesal. Misalnya nih, kalian putus pagi, pas Dzuhur udah jadian sama orang lain. Pasti itu mantan kesel banget.Cara Bikin Mantan Kesal

Karena pasti dia mikir, “Gila, dia udah punya pacar aja, Ngedate-nya kapan? Pas jaman jadian sama gue? Sialaaan!”

(Terlihat) Bahagia

Ketika putus, semakin kalian terlihat terpuruk, maka si mantan bakalan semakin bahagia. Mereka bakalan mikir, “Emang enak! Tau rasa lo! Nggak bisa hidup kan tanpa gue???”

Nah, maka dari itu, sehabis putus berbahagia lah. Bikin seolah-olah putus sama mantan itu bukan akhir dari segala-galanya. Syukur-syukur kalau kalian emang bahagia beneran.

Jadi Sukses

Ketika putus, coba ubah pola pikirmu. Kalau yang awalnya ada niatan jahat sama mantan, ubah, jadikan putus adalah motivasi buat kamu untuk jadi lebih baik lagi. Misalnya kalian punya hobi nyanyi, bisa tuh jadikan putus sebagai motivasi untuk kamu berkarir.

Kalau nanti ternyata kalian lolos audisi, trus gabung Cherrybelle, pasti si mantan bakalan kesal. Trus, nyesel deh,

Jadi, apa aja yang udah kamu lakuin buat bikin mantan kesal?