Bulan: Oktober 2018

masalah utama kesehatan di Indonesia

Salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Riset kesehatan dasar badan penelitian dan pengembangan kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2013 menunjukkan, prevalensi penyakit jantung di Indonesia 7,2% atau 7 dari 100 orang menderita penyakit jantung. sementara, prevalensi penyakit stroke sebesar 12,1 permil atau 12 dari 1000 orang menderita penyakit stroke.  dan sistem SKS tahun 2 ribu 14 stroke menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur sebesar 21,1% penyakit jantung koroner sebanyak 12,9%.

Dibandingkan penyakit katastropik lainnya, penyakit jantung menduduki peringkat teratas untuk biaya rawat inap. data badan penyelenggara jaminan sosial bidang kesehatan tahun 2015 menunjukkan, biaya rawat inap mencapai total 6,9 Triliun Rupiah. penyakit jantung juga banyak ditemukan pada penduduk usia muda. penyakit jam dan pembuluh darah sebenarnya dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko seperti, merokok, diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. WHO bekerjasama dengan internasional Society of hypertension berhasil menyusun Carta prediksi risiko. salah satu instrumen untuk menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dalam 10 tahun kedepan.

Masalah utama kesehatan di Indonesia

Charta prediksi resiko bekerja dengan memprediksi risiko mengalami kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah berdasarkan ada tidaknya diabetes melitus, jenis kelamin, status merokok, usia, tekanan darah sistolik, dan kadar kolesterol darah. serta prediksi risiko juga dapat digunakan untuk memotivasi penderita, terutama untuk merubah gaya hidup dan konsumsi obat antihipertensi dan obat penurun lemak darah serta asam asetilsalisilat. langkah pertama menggunakan Charta adalah dengan menentukan apakah subjek yang diperiksa penderita diabetes melitus atau tidak. Tentukan jenis kelamin laki-laki di kolom kiri dan perempuan di kolom kanan. Tentukan kolom status perokok dan bukan perokok usia belajar angka paling kiri.

 Tentukan tekanan darah atau TD perhatikan lajur angka paling kanan. Tentukan kolom yang sesuai untuk kadar kolesterol di Indonesia biasanya umumnya menggunakan miligram per desiliter. titik temu antara kolom tekanan darah atau TD dan kolom kolesterol menentukan risiko subyek. warna kotak menentukan besar resiko mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah yang fatal dan non fatal dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

Tindak lanjut untuk resiko di bawah 20%, berikan konsultasi diet sehat dan gizi seimbang. aktivitas fisik berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol. jika resikonya di bawah 10% penderita harus di follow up dalam 12 bulan. jika resiko di antara 10 hingga kurang dari 20% follow up setiap 3 bulan sampai target tercapai, dan selanjutnya follow up setiap 6 sampai 9 bulan. resiko kurang dari 30% berikan konsultasi diet sehat dan gizi seimbang. aktivitas fisik berhenti merokok dan hindari konsumsi alkoho.l bila tekanan darah lebih dari 140 per 90 mm air raksa, pertimbangkan pemberian obat antihipertensi. melakukan follow up setiap 3 bulan.

Resiko lebih dari lebih dari 30% berikan konsultasi diet sehat dan bergizi seimbang. Aktivitas fisik berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol, bila tekanan darah lebih dari 130 per 80 mm air raksa. pertimbangkan pemberian obat antihipertensi, berikan statin obat untuk menurunkan lemak darah follow up setiap 3 bulan. jika tidak ada penurunan risiko PJPD sesudah 6 bulan keluar penderita perlu dirujuk. hal-hal penting yang perlu dilakukan adalah penderita dm dan pjpd. jika kondisinya stabil lanjutkan pengobatan yang telah diberikan dianggap memiliki risiko lebih dari 30% .

Setiap orang dengan tensi lebih dari 160 per 100 mm air raksa, harus diberikan obat antihipertensi. setiap orang dengan kolesterol total lebih dari 320 miligram per desiliter, diberikan statin dan nasihat diet sehat dan gizi seimbang. jagan sediakan garam di meja makan, dan kurangi makanan asin, seperti ikan asin, makanan cepat saji, makanan kaleng, dan bumbu penyedap. ukur kadar gula darah tekanan darah dan periksa urine secara teratur. dengan menggunakan Carta prediksi risiko, kita dapat mengetahui resiko menjadi lebih dini sehingga upaya pencegahan dan pengendalian lebih optimal yang pada akhirnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian karena pjpd dapat diturunkan. sayangi Jantungmu dengan perilaku cerdik serta secara berkala, dengan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. sayangi Jantungmu untuk hidup sehat .